Saturday, January 16, 2010

Chatting dengan Pa Adnan (Dosen Saya di Akatel)

"Sebetulnya itu cuma persoalan persepsi Mas", kata Pa Adnan menutup obrolan di YM kemarin.

Tiga orang ada mungkin, yang menyarankan saya segera keluar saja dari kuliah. Fokus di bisnis. Kata Bob Sadino juga begitu, entrepeneur tapi tetep kuliah, ya entrepeneur banci namanya. Tapi obrolan dengan Om Bob secara pribadi waktu itu di sebuah cafe di Bandung memahamkan saya bahwa "kuliah" itu berbeda dengan "kuliah".

Paham tidak? Kalau tidak paham, tunggu postingan kapan-kapan saya tentang bedanya "kuliah" dan "kuliah", saya tidak akan bahas disini. Tapi ada satu gambaran yang mungkin bisa menuntun pemahaman Anda. Begini, kuliah saya dibiayai orang tua, alhamdulillah orang tua saya ridho, tidak terpaksa, buktinya sering saya ditanya duluan soal bayaran, hampir tidak pernah minta duluan. Pesan Bapak saya begini "kuliah yang bener!".

Coba apa definisi kuliah yang benar menurut orang kebanyakan? : cepat selesai, kalau perlu cumlaude, kalau sudah selesai mau lanjut lagi ya boleh, atau cari kerja, cari penghidupan dari nilai yang tertera di ijasah-ijasahmu. Soal nyontek, soal titip absen, itu bukan urusan Bapak, bukan juga urusan Departemen Agama.

Setelah lulus, banyak-banyak berdoa agar bernasib baik. Seperti apa nasib baik yang tergambarkan saat berdoa itu? Mengirim lamaran lalu dapat panggilan dan diterima kerja, dengan gaji yang tinggi, menjadi ekor singa di ibukota. Mudik setahun sekali, yang penting tiap bulan ngirimin orang ke kampung. Sedekah 2,5 % itu sudah cukup menurut anjuran agama. Bekerjalah yang baik agar bisa pensiun dengan tenang. Kalau ada rasa bosan, ada naluri kebebasan untuk mengembangkan diri yang terbendung di kantor, katakanlah pada diri sendiri "sudah, ini jalan hidupku, jalani saja, ikhlas saja."

Entahlah, tapi (dengan boleh dipersalahkan atau diperbenarkan) saya punya pendapat yang berbeda tentang kuliah yang benar. Kuliah yang benar adalah mempersiapkan kehidupan yang baik dilandasi dengan penghidupan yang baik. Kekuatan materi disiapkan dengan manajemen prioritas, keberanian mengambil resiko dan bertanggung jawab atas susah senangnya keputusan itu, menjalin relasi yang diluar nalar luas dan tingkatannya, memelihara api idealisme sebagai kekayaan terakhir anak manusia yang kebanyakan lenyap ketika usia muda berakhir dan membangun pilar-pilar masa depan hari ini, mencakup aspek : mental, spiritual, adversity dan skill.

Sehingga seselesainya kuliah saya menjadi manusia, bukan menjadi robot, bukan menjadi mesin, bukan menjadi perpustakaan berjalan. Manusia yang memiliki daya imajinasi menyalak-nyalak, manusia yang memiliki kiprah seluas gandhi, semandiri Dahlah Iskan, sefenomenal Onno W Purbo dan sebermanfaat Triyono Budi Sasongko.

Ya, tentu orang tua saya lebih senang saya tetap menjadi orang, bukan berubah menjadi robot, mesin atau perpustakaan seselesai saya kuliah nanti. Namun demikian, kuliah saya yang kali ini saya rencanakan untuk saya rampungkan 2 semester kedepan. Mengapa begitu? Ada dua alasan utama yang dari beberapa waktu lalu saya simpan dikepala dan kali ini saya ingin tuangkan di note.


Pertama : Chat dengan Pa Adnan

Mungkin bisa dilihat lagi kalimat pembuka note ini, ya, kuliah menyenangkan atau membosankan itu masalah persepsi saja. Sama seperti di postingan lain saya yang berhasil mengubah persepsi adik saya tentang bau uap kawah sebuah kawah di Dataran Tinggi Dieng, dari yang semula dia (adik saya) pikir sebagai bau tidak enak, menjadi bau yang unik (dan enak).

Saya bukan hanya mengajarkan ke adik-adik saya soal persepsi, di training-training saya juga saya sampaikan, di banyak training yang saya ikuti juga saya terima soal ini, di banyak obrolan dengan orang-orang terbaik di negeri ini juga saya dapati materi ini.

Hm, apa iya, untuk materi yang saya bawakan sendiri, saya tidak mau bereksperimen membuktikannya untuk persoalan kampus? Bagaimana mungkin rumus mengubah persepsi yang saya ajarkan saya bilang ampuh, kalau untuk persoalan sepele (kampus) saja saya tidak iseng-iseng coba terapkan?

Itulah alasan pertama saya, saya ingin mengikuti pengingat dari Pa Adnan karena sinkron dengan materi training saya : ubah persepsi dan suskes (dikampus).

Kedua : Sejalan dengan Fase Entrepeneurial Saya

Ini tahun keempat saya berentrepeneur, tahun depan berarti tahun kelima? Apa artinya, kalau saya mengabaikan perbandingan kesuskesan saya dengan teman-teman lain, kalau saya hanya menjadikan parameter kondisi saya sebelum saat ini dengan kondisi saya saat ini, berarti saya sudah sukses ribuan persen.

Memang, kesuksesan yang ribuan persen itu menjadi susah terakumulasi karena bentuknya bermacam-macam, ada yang dalam bentuk kekayaan finansial, kekayaan relasi, kekayaan konsep, kekayaan investasi pilar-pilar masa depan, kekayaan ketahanan mental, kekayaan pengetahuan dan pengalaman hingga kekayaan koleksi kegagalan.

Mulai Awal 2010 kemarin saya berkomitmen untuk mentransformasikan kekayaan yang saya dapatkan itu fokus pada kekayaan finansial, karena apa? kekayaan finansial pada kondisi saya saat ini akan berpotensi menjadi NOS untuk melesatkan kekayaan-kekayaan saya dari keseluruhan segi.

Dan dengan tingkat toleransi kemelesetan hitun-hitungan hingga 4X lipat, seharusnya ketika pas saya selesai kuliah nanti, saya telah mencapai fase entrepenuer aman. Dimana seperti yang para guru-guru terbaik saya bilang, "kamu akan tetap diakui sebagai manusia utuh" (haha, seperti apa manusia tidak utuh itu?).

Apa maksudnya manusia utuh? Saya tidak perlu cemas karena orang tua tidak akan menuntut saya mendaftar CPNS, saya tidak perlu mengemis ke calon mertua dengan status palsu untuk menyunting anaknya. Ya, penghidupan aman, jadi saya tinggal fokus ke kehidupan. Bagaimana usaha yang empat tahun saya fokusi ini berkembang dan melesat, bagaimana orang-orang disekeliling saya yang selama ini terabaikan dapat terberdayakan dengan optimal, bagaimana peluang-peluang besar yang dulu terasa diatas langit saat itu bisa dikelola, bagaimana dunia memandang saya sebagai saya dengan karakter yang saya bawa, bukan pada gelar, pada institusi yang saya naungi.

Ya, setahun lagi saya siap untuk tidak menyandang status mahasiswa. Dan selama setahun kedepan adalah praktikum saya membuktikan kekuatan mengubah persepsi dengan kampus sebagai laboratoriumnya.

Tuesday, December 22, 2009

Terapi Berpikir Positif


Setelah buku tanya jawab remaja tentang Sex, ini buku yang saya baca tadi malam di Perpustakaan terbesar di Purwokerto : Gramedia.

Dr Ibrahim sang penulis adalah seorang motivator muslim. Ya, yang dibahasnya tidak jauh-jauh dari teori kekuatan pikiran. Satu hal yang menarik, arahkanlah pikiran kita dengan ilmu. dalam sehari manusia rata-rata memiliki 60.000 jenis pikiran, sayangnya 80% dari itu arahnya negatif.

Bayangkan 48.000 di pikiran kita arahnya negatif dalam seharinya, bagaimana tidak rusak tuh tubuh dan psikis kita?

Cara mengarahkannya ya dengan ilmu.

apa yang akan terjadi, apa yang kita alami, semua itu tercipta berawal dari pikiran kita sendiri.

Thursday, December 17, 2009

Api Sejarah


Belum selesai membaca buku tebal bernama API Sejarah. Betul, Rasulullah dulu berdagang, dalam berdagang itulah beliau bisa mengaktualisasikan nilai-nilai kemuliaannya sehingga menjadi magnet keteladanan. Maka berkembanglah ajaran yang saat itu masih minoritas yakni "Islam" menjadi The Way of Life yang akhirnya mendunia.

Saad bin Abi Waqash membangun masjid pertama di Tiongkok, itupun beliau kesana pada saat sedang menjalankan misi dagang.

Dan begitu juga bukan Islam masuk ke Indonesia? di Pasar ajaran yang mulia itu diaplikasikan, lalu satu demi satu orang mengikuti, lalu dibangunlah masjid di pasar itu, dijalankanlah aktivitas pengembangan diri berbasis ilmu agama disana.

Ya, tanpa transaksi jual beli, tanpa pasar, ajaran yang mulia itu tidak menyebar sampai kesini dan ke ribuan tempat lainnya sekarang. Disinilah kita perlu hati-hati dalam mendefinisikan makna matre, sekali lagi, bukan pada ihwal mencari uangnya saja, tapi termasuk pada untuk apa uang itu digunakan.

Tanpa uang, Sultan Hasanuddin tidak bisa menegakkan panji Islam dengan peperangan laut terbesar sepanjang sejarah Nusantara. Tanpa uang, mualim (entrepreneur laut) Jawa tidak bisa menjamah ke Kawasan Timur Indonesia.

Sebuah konsep integral, dimana basic need direngkuh berbarengan (jawa : san gawe) dengan self-actualizing need dan kebutuhan-kebutuhan jiwa lainnya. Dua aktivitas berbarengan bisa dijalankan bersamaan, bagaimana itu mungkin? Karena Rasulullah bersama Abu Thalib, karena Saad bin Abi Waqash bersama kafilah dagangnya, karena Walisongo itu jumlahnya bukan satu, tapi sembilan. Ya, tanpa kolaborasi, itu sulit untuk san gawe dilakukan. (lihat juga : dua cara untuk fokus)

Wednesday, December 16, 2009

Pak Waidi

Hidup dan huruf C.


Ilmu ini saya dapat dari Guru kita bersama, Pa Waidi. Ilmu ini kemudian saya teruskan di training leadership yang saya bawakan. Saking sederhananya konsep ini, bahkan anak SMP pun bisa menerimanya dengan baik.


Huruf C itu cekung atau cembung? kalau dari sisi kiri orang melihatnya cembung, sedangkan kalau dari sisi kanan orang akan melihatnya cekung? Jadi salahkah orang yang mengatakan cekung atau cembungnya huruf C? Yang salah adalah yang mengatakan huruf C itu cekung yang cembung atau cembung yang cekung.


Ya, pelajaran ini tentu sudah dikuasai oleh para pembaca blog ini yang budiman, karena itu pelajaran ini memang sengaja diberikan untuk diri saya sendiri. Ini soal ketegasan, ini soal keikhlasan menanggung konsekuensi, bukan soal salah dan benar. Karena saya yakin benar.


Benar, ketika kita mencoba fokus pada kepentingan pribadi, maka orang-orang cekung akan mengatakan kita egois, acuh. Sedangkan orang-orang cembung mengatakan bagus, kamu sedang memampukan diri untuk menjadi teladan.


Ketika kita mencoba merangkul semua dalam kepentingan bersama, orang-orang cekung acuh tak acuh dan bilang melunjak, menyalahi wewenang, tetapi orang-orang cembung mengatakan, inisiatif yang bagus untuk menjalin kembali komunikasi.


Sudahlah, pakai persepsi diri sendiri saja.

Saturday, December 5, 2009

Sedona Method

"tadi aku lupa jelasin

ada 3 cara mengelola emosi (sedona method)
1. Menahan (memendam)
2. Mengekspresikan (marah=banting piring, memaki dsb, sedih = menangis dsb)
3. Level tertinggi yaitu melepas / release", Arif Rahutomo


"Sebenarnya perasaan dan pikiran itu harus imbang menurut ku
saat yang dominan perasaan
segera aktifkan akal
begitupun sebaliknya
ketika akal terlalu dominan
aktifkan hati
nah aktivitas itu selalu ada residu
(ya yang sesak didada itu)
itu yang harus dibuang
bahagia pun kan sesak di dada
harus dibuang", lanjutnya.

Tuesday, November 17, 2009

Totto Chan

"Serahkan mereka kepada alam," begitu katanya. "Jangan patahkan ambisi mereka. Cita-cita mereka lebih tinggi dari cita-cita kalian." belum pernah ada taman kanak-kanak seperti itu di Jepang.

Dan Totto Chan membuat sejarah dalam penerbitan Jepang karena terjual 4.500.000 buku dalam setahun.

Tetsuko Kuroyanagi

Thursday, November 12, 2009

Pak Darmono dan Inspirasinya Tentang Ilmu

"Ilmu lebih utama daripada harta karena harta itu harus dijaga olehmu sedangkan ilmu akan menjagamu"

"Iya, saya percaya", Dengan merasa sok spiritualis, diiyakan saja deh, karena kayaknya kalimatnya bagus, dan betul itu adanya. Hm, lalu saya kok bertanya, bagaimana si cara ilmu menjaga kita?

Kan sudah jelas tuh bagaimana cara kita menjaga harta, yakni dengan membeli brangkas, dengan mengasuransikan mobil, menyewa satpam dan bla bla. Nah, apakah cukup penjagaan itu? Tidak, kita juga harus menjaga keterikatan harta dengan perasaan kita.

Bagaimana itu maksudnya? Begini, misal kita hanya punya harta 10.000 rupiah, maka apa yang terjadi ketika uang itu bertambah 5.000 rupiah? senang luar biasa. Lalu seandainya kita punya harta 1.000.000.000 rupiah, dan uang itu berkurang hanya menjadi tersisa 1.000.000 rupiah, nah apa yang kita rasakan? Sedih, hancur, luluh, stres, bunuh diri? Padahal 1.000.000 itu jauh lebih banyak dari 15.000 rupiah.

Lalu yang berikutnya, bagaiman sesungguhnya cara ilmu menjaga kita? Misal, seorang berilmu itu sedang down, apakah yang dia lakukan sama dengan yang dilakukan oleh orang yang berilmu yang sedang down pula? jawabannya : tidak. Ilmunya akan menuntun pikirannya untuk, "membaca buku ini agar...", "datang ke tempat ini maka kamu akan...", "atau "pergilah ke orang ini, dia bisa membantumu dengan...".

Ilmu yang kita miliki menjaga kita salah satunya dengan memberikan jalan-jalan solusi kepada kita.

regards

Rizky

Monday, November 9, 2009

Eko Laksono

Para pemimpin yang unggul bisa berbuat sesuatu yang unggul, karena mereka punya pengetahuan yang unggul. Visi, dihasilkan dari pengetahuan yang lebih banyak, lebih besar, dan lebih tajam dari orang kebanyakan. Dengan pengetahuan yang unggul, mereka tahu apa yang bisa dilakukan.


Kalau anda belajar tentang para pemimpin besar, Sukarno, Hatta, Gandhi, Napoleon, anda akan lihat mereka senang belajar dari para tokoh-tokoh besar dunia lainnya. Mereka juga belajar bagaimana membangkitkan bangsanya jadi bangsa besar, dengan belajar dari bangsa-bangsa besar lainnya. Sampai akhirnya mereka tahu caranya.


Dan anda betul sekali, para pemimpin terbesar, Gandhi, atau Muhammad Yunus, dan tentu Nabi Muhammad Saw, punya satu kesamaan. Mereka adalah pejuang, aktivis yang paling revolusioner. Mereka samasekali tidak pernah memikirkan jabatan atau kekuasaan. Mereka berjuang karena semata-mata mencintai bangsanya, dan karena perjuangan mereka adalah ibadah yang tertinggi. Itu yang membuat mereka paling istimewa.


Mereka bisa merubah bangsanya, bahkan hanya dengan kemauan yang kuat. Bayangkan, mereka tidak punya pemerintahan dengan ribuan pejabat dan aparat, tidak punya anggaran milyaran atau trilyunan, tapi mereka mampu merubah seluruh bangsanya. Sukarno-Hatta pun mempersatukan seluruh Indonesia tidak dengan anggaran bertrilyun-trilyun.


Jendral Sudirman, bisa mengalahkan militer Belanda dan Jepang yang modern, tidak punya anggaran bertrilyun-trilyun. Kecintaan mereka pada bangsanya jauh lebih kuat dari apapun. Jadi kalau anda juga mencintai bangsa ini, andapun akan bisa melakukan sesuatu yang besar.

Tuesday, November 3, 2009

Planet of The Appes

Kemarin habis nonton Planet of The Appes. Menarik, sangat imajinatif ASLI, sudah pastilah si sutradara bukan produk pendidikan Indonesia yang kalau nggambar semuanya nggambar gunung & yang kalau pag guru/dosen lagi ngobyek dikasih tugaas yang banyak (mana tulis tangan pula).

Bagi yang belum nonton, film ini mengisahkan tentang seorang astronot yang tedampat di sebuah planet dengan dunia dan waktu yang berselisih ribuan tahun dengan dirinya, dimana di planet itu manusia menjadi budak para kera. Bayangkan saja, ada gerobak yang narik manusia dan yang nyambukin kera (hm, bukankah di bumi sekarang juga seperti itu ya, monyet2 tukang korup berseragam dinas mencambuki pedagang kaki lima yang rajin ibadah dengan pedasnya, mengenaskan).

Salah satu bagian yang menarik di film itu adalah ketika sang astronot menyuarakan ajakan kepada manusia-manusia primitif itu untuk melawan bala tentara kera. Yah, karena saking lamanya, turun temurun tidak ada sejarah manusia bisa sejajar dengan kera di planet itu, maka si manusiapun semua gentar, takut untuk melawan. sampai sang astronot bilang, "hey, percayalah, sejarah kalian para manusia memiliki prestasi yang gemilang, yang menakjubkan", apalagi untuk sekedar melawan kera. Tapi tetap semua terdiam.

Yah, begini, bukan? kondisi kebanyakan kita saat ini. Karena kungkungan tradisi yang belasan tahun lamanya, sehingga tak ada siswa yang berani berkutik ketika dosen perlu dikritisi bahkan ditegur atau disalahkan. Begitu juga memprihatinkan, anak-anak tumbuh dewasa, tanpa pernah memiliki kesempatan untuk mengembangkan karakter pribadinya.

Disekolah dicekokin teori ini dan itu, di kampus dituang air pengetahuan yang nantinya juga tak tahu seberapa persen itu berguna, eh begitu wisuda masyarakat menjustisenya dengan begitu kejam, "kamu bukannya cari duit, malah...".

Akhirnya melamar kerja sekenanya, betah tidak betah diterima seolah merupakan takdir yang takbisa lekang darinya. Beberapa yang tidak betah berpindah ini dan itu, dengan seribu satu alasan, "disitu ilmuku nggak kepakai", "disitu tenagaku diforsir" sampai "disitu gajinya kurang".

Dan merekapun menua dengan satu perenungan yang tak pernha berubah, "sebetulnya apa si yang aku kerja dalam kehidupan ini?". Hm, akhir hayat yang mengenaskan bagi orang-orang yang seperti itu, semoga kita tidak termasuk.

Yah, pergilah dari dunia kita, menjelajahlah ke angkasa luas. Tak punya pesawat ulang-alik? Tidak perlu pesawat apapun untuk menerbangkan otak kita dalam galaksi imajinasi yang tidak ada batas dan sekatnya.

Kenapa kita harus menerbangkan pikiran kita? Agar kita tahu, tradisi-tradisi mana yang harus kita pegang dan tradisi-tradisi mana yang harus tidak kita percayai. Tanpa itu, kita hanya menjadi pecundang yang minta dihargai, yang tak pernah betah bekerja dimanapun, kecuali : dibetah-betahin.

Salah satu tradisi yang musti kita lepas dari kungkungannya adalah tradisi menakar usaha kita dengan hasil, tradisi membarter tenaga dan waktu kita dengan imbalan. Kita masih muda, masih punya kesempatan begitu luas untuk menempa karakter, tidak pantaslah kita "ngarani" seberapa kita harus dibayar, kalau kita sendiri belum paham apa sebetulnya potensi yang kita miliki, belum terbentuk karakter kita.

Sunday, November 1, 2009

Kenapa kita begitu mengagung2kan ego diri? : Karena kita tidak tahu



"Kesedihan adalah aktivitas mengasihani diri sendiri...",

Dari sekian banyak pelajaran dari perjalanan tak ternilai berangkat dengan KA Serayu dan pulang dengan KA Senja Utama Yogya adalah kata-kata Mario Teguh di atas.

Yah, kesedihan adalah aktivitas kita mengasihani diri sendiri. Aktivitas mengasihani orang lain akan menghasilkan energi positif untuk menolong, meringankan beban mereka.

Jadi bisa diartikan kesedihan adalah wujud betapa kita memperbudakkan diri pada ego kita, manut... aja pada ego. Sedih, kecewa, sakit hati dan semacamnya... jal si, jujur deh, bukankah itu adalah aktivitas dimana kita ingin diperhatikan, ingin dipenuhi kekarepannya?

Kita sebagai jiwa yang hebat? atau kita sebagai ego yang kemaruk coba?

Friday, October 16, 2009

The Power of Kepepet


Buku ini menjawab pertanyaan, kenapa bahkan orang yang tahu didepannya ada satu kegemilangan yang bisa ia raih, tapi kok ya nggak sukses-sukses juga? Pengibaratan yang sebenarnya sudah populer, tetapi inilah makna dari The Power of Kepepet, kalau kita ada di atas gedung kembar setinggi 10 lantai, dan di gedung seberang ada uang 1 Milyar sementara penghubung kedua gedung itu hanya sebatang kayu yang cukup untuk berjalan, maka bisa dipastikan kita hanya maju mundur, mikir, mikir dan mikir tanpa berani mengambil resiko menyeberang dan mengambil uang itu.

Tapi kalau dalam kondisi itu, seekor macan ada di belakang kita? tidak sampai 1 detik kita langsung lari tunggang langgang menyeberang, bebas dari macan dan dapat 1 milyar.

Lalu, bagaimana kalau 1 Milyar itu tidak ada, tetapi macan tetap siap menerkam? Ya sama, kita tetap lari. Yah, Impian hanya bisa mengarahkan, tetapi kepepetlah daya dorongnya. Impian kalo belum kepepet cuma akan jadi pemandangan indah yang bikin ngiler.

So, apa harus menunggu kepepet dulu baru bergerak menerjang resiko? Tidak, bukankan kita sudah tahu ilmu otak? Ya, dengan memanipulasi otak sadar kita, kita bisa membuat artificial kepepet atau pengkondisian psikologis kepepet. Kepepet buatan inilah yang akan mendatangkan energi untuk mendorong gerak maju kita.

Tapi, bagaimana cara membangun artificial kepepet itu? Saya masih memikirkan caranya, yakin dahsyat kalau ketemu.

PIXAR, Kisah Heroik Steve Jobs Merebut Kembali Apple Inc.


Jatuh bangun PIXAR, perusahaan animasi nomor wahid di dunia dibangun, bahkan setelah Steve Job Masuk, hampir 5 tahun dia hanya berkunjung 6 kali ke PIXAR. Walaupun kebesaran PIXAR secara teknis lebih diperankan oleh 2 partnernya, John Lasseter si ahli skenario dan Catmull si ahli grafis, tetapi harus diakui, berkat keberanian dan keputusan-keputusan besar Steve Job pula PIXAR yang Steve Job beli 10 juta dollar dan merogoh kocek pribadi Steve Job karena rugi mencapai 50 juta dollar ini akhirnya bernilai 4,7 milyar dollar ketika dibeli oleh Disney 16 tahun berikutnya.

Terlalu banyak hal menarik dari buku tipis ini. saya ingin share-kan 4 saja. Pertama : pernyataan PIXAR yang setelah kalang kabut selama hampir 10 tahun lamanya, yakni dari tahun 87 hingga 97 dan film pertamanya "Toy Story" Booming dan menjadi titik balik kebangkitan PIXAR, PIXAR bilang "Tidak ada teknologi yang bisa mengubah cerita jelek menjadi bagus." Tahu maksudnya?

Kedua : Seperti menari di atas ombak, PIXAR, juga NEXTstar, juga Apple, juga Disney selalu bergelut dengan dinamika dunia bisnis dan pergulatan dengan keputusan-keputusan besar, penting, berpengaruh dan harus cepat di ambil. Hm, saya tidak yakin semua keputusan CEO perusahaan-perusahaan itu selalu benar, tetapi saya percaya mereka bisa membawa perusahaan-perusahaan itu menjadi unggul karena mereka bertanggung jawab.

Ketiga : Seperti yang diajarkan Pa Jamil Azzaini dalam salah satu bab di proposal hidup, yakni Mastermind. Mastermind atau saya menerjemahkan bebas sebagai tim se-visi ternyata bukanlah cetusan Pa Jamil, tetapi sudah diajarkan sejak zaman Napoleon Hill yang legendaris. Yah, sama seperti Microsoft, Aplle atau Yahoo, PIXAR besar atas dedikasi sebuah tim, bukan individu.

Keempat : Anda tahu DOS, program komputer yang ditawarkan Bill Gates (sebelum sukses) kepada IBM adalah nama yang diceploskan spontan oleh Bill Gates saat rapat dengan petinggi IBM adalah istilah yang spontanitas diciptakan Bill Gates sendiri, bahkan 2 rekannya yang ikut rapat bersama juga baru tahu istilah itu saat itu. Begitu juga PIXAR, ini nama yang spontan diceploskan mereka.

Thursday, October 15, 2009

Selamatkan Bangsa!


Terlalu banyak hal yang mencengangkan mata membaca buku ini, betul-betul pembuka wawasan, dari 3 nasehat Bung Karno tentang bagaimana menyuburkan nasionalisme, maka membaca buku ini adalah cara saya menempuh nasehat kedua, yakni menyadari realitas gelapnya masa kini.

ya, keterpurukan bangsa kita bukan nasib, tetapi ulah pemerintah kita sendiri. kenapa bangsa sekaya ini mengobral dirinya sendiri? betul-betul bangsa yang tidak pe de, dan betul betul pemerintah yang egois, materialis, hedonis.

Tuesday, October 13, 2009

THE SAMURAI LEADER

Satu
-Saat anda melakukan pekerjaan terbaik, maka hal itu akan tampak mudah!
-Pegawai dapat menjadi peniru

Dua
-Beberapa manajer mempertahankan reputasi dengan menjadi tak terpercaya
-Pesaing, internal maupun eksternal, harus diberitahu bahwa tidak ada yang dapat direbut dari Pemimpin Samurai tanpa pertempuran hebat--bahkan untuk hal kecil.Predator agresif akan mencari mangsa lain yang lebih mudah
-Ingatlah manajemen 101! Pahami dasarnya dengan tepat

Tiga
-Pemimpin Samurai tidak akan pernah membiarkan persoalan mengacaukan performa terbaik mereka
-Ingatlah, hanya andalah yang dapat mengacaukan karir Anda!

Lima
-Pada tingkat manapun dalam organisasi, semua orang dapat sangat berguna--mereka akan dapat membantu jika Anda juga membantu mereka!
-Semakin banyak kekuasaan yang dilepaskan seorang manajer secara efektif, maka semakin banyak kekuasaan yang dimilikinya
-Jika tiba saatnya bertindak, kerangka pemikiran setiap orang harus dipusatkan pada SEKARANG!

Enam
-Bertemanlah dengan para guru

Tujuh
-Terkadang, adalah bijak untuk bertanggung jawab atas kesalahan tim
-Kombinasi gairah dan kemampuan andalah yang menjadikan anda berkualitas secara unik

Delapan
-Untuk mencapai kesuksesan besar, rekasaya ulang mimpi Anda

Monday, October 5, 2009

Mas Andri Maadsa

Waktu itu saya masih ingat, Mas Andri yang trainer nasional luar biasa spektakuler dan memukau itu menyampaikan ke peserta trainingnya "sabar atuh bu.... belajar mah pelan-pelan, ini si ibu mah sewot saja... ikuti dulu, nanti baru ngerti semuanya", begitu dengan nada sewot yang dibuat2 dengan bcanda...


Yah, peserta trening tuh maunya langsung ngerti, paham aja, nggak telaten mendengarkan kata demi kata, slide demi slide, sesi demi sesi pelatihan.


Heumh, begitulah kita seringnya, ketika mendapati buku tebal, inginnya baca 1 halaman njur udah ngerti semuanya. Begitu juga ketika search google, baru baca 1 artikel pengennya dah paham sepenuhnya. Begitu juga saat menulis, pengennya nulis 5 menit dan jadilah tulisan panjang yang bagus dan berisi.


Menuntut ilmu juga harus sabar. sabar, sabar, sabar... rasakan sensasi di hati kita ketika kita berhasil sabar, satu sensasi yang tak terlukiskan

Friday, October 2, 2009

The Last Samurai

Entah untuk keberapa kalinya saya memutar film "The Last Samurai"nya Edward Zwick. Selalu saja ada pelajaran yang berbeda-beda. Wah, terlalu banyak yang mengesankan dan menginspirasi. 

Salah satunya, ketika sedang berlatih samurai, Kaptel Algren yang diperankan oleh Tom Cruise mendapat kesempatan bertanding dengan Ujio, Adik Katsumoto. Beradu pedang yang diganti dengan kayu, awalnya ia kalah dalam 3 pukulan. Lalu di sesi kedua dia kalah, kali ini keadaan lebih baik, dalam 5 pukulan. 


Lalu Algren-San, begitu orang-orang Samurai memanggilnya tiba-tiba teringat nasehat yang ia terima saat berlatih bertarung sebelumnya, "jangan berpikir."


Yah, ketika diterapkan nasehat itu, ternyata dahsyat. Dengan tidak berpikir, dia bisa "seri". Berpikir memiliki arti yang berbeda dengan "berpikir", meski keduanya sama-sama kata kerja. Berpikir maupun "berpikir" merupakan aktivitas yang dilaksanakan secara bersama-sama di dalam jiwa kita. bedanya, kalau berpikir yang memimpin aktivitas itu adalah "alam sadar", sedangkan kalau "berpikir" yang memimpin adalah alam bawah sadar.


Bayangkan, betapa payahnya kita dalam bertarung, atau mengerjakan hal apapun kalau alam sadar begitu mendominasi, rasa takut, merasa ditonton, cemas dan segudang perasaan "jangan-jangan.." lainnya hanya akan mengendurkan energi kita. Oleh karena itu, jangan berpikir.


Tetapi tetaplah "berpikir", hanya dengan "berpikirlah" kita bisa meraba hikmah menerawang kebijaksanaan baru untuk pupuk pohon kedewasaan kita.


Caoo...

Sunday, September 20, 2009

KCB 2

Kyai Luthfi, ayahnya Anna menolak saat diminta mengisi tausiyah pernikahan di tasyakuran pernikahannya Azzam. "Bagaimana mungkin seorang yang anaknya gagal dalam pernikahan bisa memberi nasehat di pernikahan orang lain".

Mengajari dengan hati


Merah Putih


Keperwiraan anak muda jaman dulu dan sekarang sangat.beda jauh. Yah, dari film merah putih saya jadi paham, bagaimanapun jaman sekarang lebih baik dari jaman dulu, penjajah begitu kejamnya.

Walau agak mengambang, tetapi banyak pesan-pesan kehidupan di film itu. Ketika pasukan tinggal tersisa 4 orang, letnan bingung ketika ditanya apa yang akan mereka lakukan, sehingga letnan menjawab "aku tidak tahu"... lalu salah satu anggota mengingatkan pelajaran yang dia dapatkan dimasa pendidikan dulu, bahwa seorang pemimpin boleh mengatakan apa saja, kecuali mengucapkan "tidak tahu".

lalu, anggota yang menasehati sang letnan itu dibalas oleh letnan, "kenapa tak kau saja yang menjadi pemimpin?", lalu ia menjawab, "kalau saya yang menjadi pemimpin, siapa yang akan menasehati saya?"...

akhirnya, mereka beristirahat semalam, di atas perbukitan, menghindari kejaran Belanda, tidak lupa menunaikan sholat. Sekalipun belum menemukan jawaban pasti apa yang harus dilakukan di tengah terbatasnya personel dan terbatasnya amunisi, mereka akhirnya tetap bergerak, turun gunung, menuju desa dan merumuskan siasat atas dasar fakta2 yang mereka temui.

Dan akhirnya mereka berhasil membombardir sepasukan Belanda. Menang!!!

Friday, September 18, 2009

Wall-E & Eve


Hidup kalau terlanjur kaya apa enak ya? Walau bumi rusak, bisa di luar angkasa bertahun-tahun, tidak perlu kemana-mana karena ada kursi super canggih, ada robot yang meyanani bahkan untuk mengganti baju dan mengambilkan minuman, ada hologram yang memungkinkan kita tidak perlu mententeng monitor kemana-mana.

Wah, kayaknya lebiih enak hidup kayak gini deh... tidak semuanya terpenuhi, tidak selamanya mudah, tetapi ganti demi bergantinya waktu memberikan makna tersendiri.... makna kehidupan.

Wall-E, sangat mengesankan kau. Eve.. cantik kau... Hijaukan bumi untuk generasi masa depan kita

Saturday, September 12, 2009

Kompasiana Lagi

http://public.kompasiana.com/2009/09/12/orang-yahudi-heran-banyak-muslim-tinggalkan-sunnah-nabinya-sendiri/

Thursday, September 10, 2009

Valkyrie


Valkyrie adalah nama pasukan cadangan Jerman yang akan diaktifkan bila terjadi sesuatu dan lain hal pada Hitler di zaman Nazi dulu.

Hitler, jahat, diktator, sadis pula, pantas saja banyak yang membenci dia dari seluruh dunia. Tapi, di dalam pasukannya, di dalam Jerman, di film yang diangkat dari kisah nyata ini, ternyata juga banyak yang membenci. Makanya banyak pemberontakan, Kolonel Stauffenberg bersama 15 orang tokoh penting dalam jajaran rezim Hitler merupakan pemberontakan terakhir yang ingin menggulingkan Hitler.

Yah, kudeta, sekalipun gagal, kudeta yang dilakukan stauffenberg dan rekan-rekan tidak terhenti, mencoba lagi, mencoba lagi. Hingga akhirnya bom meledakkan rapat yang dipimpin Hitler, dan disebarlah berita ke seluruh Jerman bahwa pemimpin tertinggi mereka telah tewas, seiring dengan itu diaktifkanlah pasukan Valkyrie di bawah komando Stauffenberg.

Sayang di sayang, baru beberapa jam pasukan diaktifkan, perebutan kekuasaan dan penangkapan orang-orang pro Hitler harus terhenti karena dari kediaman pribadi Hitler dikabarkan bahwa dia belum tewas. Maka, kudeta gagal, satu persatu orang meninggalkan Stauffenberg.

Tapi tidak semuanya, tetap ada orang-orang yang setia, mereka orang-orang yang memahami idealisme Stauffenberg. Akhirnya 15 orang itu dieksekusi mati, ada yang ditembak dan ada yang digantung. Hitler gagal digulingkan, nyawa mereka malah yang melayang.

Lalu, 9 bulan kemudian  Berlin dikepung musuh, Hitler bunuh diri. Salah satu hal menarik dari film ini adalah, bahwa Stauffenberg dan kawan-kawannya tidak bergeming, mereka tetap bangga walaupun gagal. Karena memang tujuan mereka sederhana, mereka ingin dunia mengenal bahwa, Jerman, tidak semuanya seperti Hitler.

Indonesia kapan punya Stauffenberg? semua orang ditekan untuk masuk dalam skenario penghisapan uang rakyat dengan dimandori barat, yang tidak sepakat didepak, yang berbahaya disingkirkan. Siapkah saya jadi Stauffenberg?

Wednesday, September 2, 2009

Wiwit KTH

Hari ini aku copy doa dari status Facebooknya

"Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menenima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-MU,Wahai Dambaan orang-orang miskin."

dia sahabat yang baik, alim lagi. biarpun cerewet awalnya, tapi aku banyak belajar dari dia. Bayangkan, sampai tuker2an diary, haha, kayak soulmate aja... . Tapi aku tahu dan dia juga tahu, tidak ada niat terselubung diantara hati masing-masing kami.

Dia tulus jadi sahabat saya,
pendengar yang baik, biar cerewat tapi jarang menyela dan terlihat malas mendengar saat kucurhat.
penasehat yang baik, cara mengingatkankunya begitu lembut, sampai2 aku nggak kerasa lagi dinasehati.
penjaga yang baik, menjagaku untuk tidak melakukan perbuatan yang melenceng tanpa aku merasa terbatasi.
sangat toleransi, bahwa pemahaman agama setiap orang beda2, termasuk aku yang masih dangkal, maka sikapnya tetap membuatku nyaman sharing dengan bahasaku, maupun menanggapi tanpa aku merasa dihakimi.

semoga sukses studymu, dan bahagia bertemu dengan jodohmu. dan semoga silaturahmi kita tetap terjaga.

Saturday, August 29, 2009

Perempuan Berkalung Sorban

Film yang kontroversial, mengangkat pesan yang berat dan bisa multitafsir bahkan salah tafsir bila penontonnya tidak cermat atau tidak dibekali dasar pemahaman yang memadai. Saya tidak bermaksud mengupas film ini. Satu adegan yang bagi saya berkesan, ketika itu Annisa sang pemain wanita kepergok berdua-duan dengan mantan kekasihnya oleh suaminya. Ditariklah keluar dari gubuk dan berkerumunlah para santri. Kerudung yang terlepas menjadi bukti perselingkuhan itu, akhirnya sang suamipun memprovokasi semua yang datang berkerumun untuk menghukum mereka berdua.

Dilemparilah dua orang itu dengan batu-batu, setelah beberapa lama Nyai, ibunda Annisa menghentikan itu dan menuju tengah kerumunan. Ia mengambil salah satu batu dan menatap tajam semua yang hadir "Hanya orang yang suci tidak punya dosa, yang boleh melempari mereka!".

Sontak, semua terdiam.

Ya, saya setuju dengan Nyai yang diperankan oleh Widyawati itu "hanya orang yang suci tidak punya dosa, yang boleh menghakimi saudaranya materialis, populis, tidak punya naluri berbagi, atau apapun itu..."

Sunday, July 12, 2009

Prabu Parikesit

Saya ingin cerita bagaimana feodalisme kepemimpinan itu berasal. Konon, Parikesit sang putra Abimanyu dan cucu Harjuna ini adalah seorang raja yang sangat bijaksana. Saking bijaksananya, setiap penderitaan dari satu warganya akan menjadi gundah-gulana di hatinya.

Begitulah, betapa hebatnya pemimpin yang satu ini, detail demi detail personal warganya ia perhatikan. Betul, ini dirasakan sangat oleh rakyatnya, akibatnya, rakyat menjadi kagum dan hormat padanya. karena itulah derajat raja menjadi sangat tinggi ketimbang rakyat, karena memang rakyat tahu diri betapa besar pengorbanan sang raja, betapa peduli yang luar biasa rajanya.

Begitulah kenapa raja menjadi mendapat semacam derajat yang lebih tinggi, fasilitas yang bagus dan kemudahan dalam segala hal tentang materi. Dan rakyatpun demikian legowo nya menerima ini.

Lantas bagaimana dengan pemimpin kita hari ini, seberapa peduli mereka pada rakyatnya? jangankan rakyat yang jauh, rakyat yang dekatpun yang masih satu kota, bagaimana sikap pemimpin kita terhadap mereka? Nah, sudah berkebalikan bukan dengan sang parikesit?

Tapin anehnya, feodalisme tetap mereka paksakan, bahwa harus ada sirine berbunyi ketika sang pemimpin melintas, bahwa makanan dan kebutuha hariannya bertriliun dalam setahun, bahwa harus disterilkan berkilo-kilometer kalau sang pemimpin ada acara.

kendaraan supermewah, perjalanan studybanding supernyaman dan penghormatan wajib haruslah diberikan rakyatnya. itulah cermin pemimpin yang mengemis pada rakyatnya, berkebalikan dengan Parikesit.

Parikesit.

Monday, June 22, 2009

Arif Rahutomo


Ada empat musuh-musuh paling serem untuk manusia, salah satunya adalah Riya. Tipis sangat batasnya. Wah, seperti selasa sebelumnya, nanti saya harus online di Mafaza FM. Kalau niat saya untuk didengarkan seseorang, alangkah buruknya itu. Tapi tidak, niat saya untuk memberikan kemanfaatan.

Dari sekedar temu OSIS, berapa yang terinpirasi hingga motivasinya terpatri, begitu juga Sukses Ujian Nasional atau Matematika Dahsyat.

Niat saya bukan menampilkan diri, niat saya menebarkan manfaat.

Pelajaran Makan dari Hilmy

Ramadhan tahun lalu, Hilmy sakit sebulan lebih lamanya. Berat badannya susut entahberapa belas kilo saya tak mengukur. Tapi yang jelas, badannya mengurus seperti bandar narkoba kelaparan di pulau terpencil hingga akhirnya dia memakan narkoba-narkobanya sendiri (perumpamaan yang aneh).

Namun demikian, semua orang menganjurkan Hilmy untuk banyak makan, mulai dari bubur purimas sampai bubur kertas. Ya, agar berat badannya menormal lagi tentunya. Sebagai sahabat yang baik, tentu rasa empati sayapun muncul, sayapun mengimbanginya untuk banyak makan pula.

Kurang baik apa coba saya, empati kan? Saking empatinya ketika Hilmy sudah menormal lagi berat badan dan tingkat kegemukannya. Eh, tetap saja saya doyan makan sampai-sampai saat ini porsi makan saya hampir menyaingi Huda. Kecepatan makan saya hampir menyalip Cryo. Ha2..

Pantas saja petugas asuransi bingung ketika meng-underwriting saya, dan sayapun bingung menjawab ketika di kolom berat badan, tahun ini saya bertambah 7 kilo. Saya jawab saja : gara-gara Hilmy Pa... huehe... piss

Banyak-banyak makan jangan bersuara, asal jangan pilih indomie...

Thursday, June 18, 2009

Jamil Azzaini

Beliau pernah bilang, jangan pernah remehkan kesuksesan-kesuksesan kecil, prestasi atau apapun di masa lalu kita. Akumulasi dari semua itulah yang akan mengantarkan diri kita menjadi seorang masterpiece, seorang yang spektakuler.

Betul! sependapat, karena sejatinya diri kita memang luar biasa, makhluk sempurna dengan nilai : tak ternilai.

Tugas kita yang pertama-tama, hanya diminta untuk : meyakininya.

Ustadz Muhibbin


Salah satu khatib keren Masjid Perumahan "Baitul Arqom" yang tiap rabu malam ba'da maghrib berbagi pencerahan ilmu. Kalau dulu saya tau dari Pa Purdi, sekarang saya dapat info dari beliau.

Info untuk apa mas? Info untuk jangan jadi PNS.

Kenapa jangan? Alasan pertama, menurut Pa Purdi : PNS masa depannnya jelas, ya, jelas begitu-begitu aja. Waktu tersita, jarang ketemu uang dan susah kaya raya kalau hanya mengandalkan gaji.

Nah, ini yang lebih menyeramkan, kata ustadz muhibbin : Orang Indonesia itu lupa kalau PNS itu jabatan, jabatan kepemimpinan negara dalam level yang mungkin lebih rendah dari presiden. Tapi jabatan tetaplah amanat, betapa tersesatnya kita kalau memburu jabatan. Jabatan itu tidak diburu, tapi dibebankan oleh negara kepada kita, dengan penunjukkan.

Jadi, satu tanda kekeliruan bahwa jadi PNS yang di dalamnya mengandung amanat kok jadi rebutan. Dan, jauh lebih sesat lagi dan teramat sangat sesat sekali kalau jadi PNS hanya memburu gaji, sementara pekerjaannya tidak becus, tidak bisa melayani public dengan cekatan.

Like Dinas-Dinas Pendidikan pada umumnya, kata saya.

Aristoteles, Bapak Ilmu Pengetahuan


Without friends, no one would choose to live, though he had all other goods.
(Kalau anda tidak punya sahabat, walaupun anda punya semua harta, apa artinya hidup?)- Aristoteles


Socrates adalah gurunya Plato,
Plato adalah gurunya Aristoteles,
Aristoteles adalah Gurunya Alexander The Great

Kata Genta di 5 cm, Socrates hobinya duduk-duduk di alun-alun, bertanya ke orang, bertanya dan bertanya,

dan dia tidak pernah menulis.

Saturday, June 13, 2009

To be Continued sich...

Mendahulukan orang lain dalam hal ibadah, makruh hukumnya.

Dan 3 Aspek yang masuk dalam pertimbangan : Agama, Ilmu dan yang tak kalah penting adalah Cinta

Wednesday, June 3, 2009

Tijitibeh

Pangeran Diponegoro nama aslinya adalah Raden Mas Ontowiryo, lahir di Yogyakarta tanggal 11 Nopember 1785. Ayahnya Sultan Hamengku Buwono III mengangkatnya sebagai raja, tapi Pangeran Diponegoro menolak dengan alasan karena ibunya bukan permaisuri.

Ditahun 1820-an kompen Belanda sudah memasuki dan mencampuri urusan kerajaan-kerajaan Yogyakarta. Peraturan tata tertib dibuat oleh pemerintah Belanda yang sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa. Para bangsawan diadu domba. Tanah-tanah kerajaan banyak yang diambil untuk perkebunan milik pengusaha-pengusaha Belanda.

Melihat kondisi seperti itu, Pangeran Diponegoro merasa tidak senang, lalu meninggalkan keraton dan menetap di Tegalrejo. Lucunya Belanda menuduhnya menyiapkan pemberontakan. Tanggal 20 Juni 1825 pasukan Belanda menyerang Tegalrejo dan dengan demikian mulailah perang yang dikenal dengan nama Perang Diponegoro (1825 - 1830). Setelah Tegalrejo jatuh, Pangeran Diponegoro membangung pusat pertahanan di Selarong. Lalu perang dilancarkan secara gerilya. Belanda kewalahan karena sulit dihancurkan dan Belanda mengalami kesulitan.

Beberapa tokoh perlawanan dibujuk oleh Belanda sehingga mereka menghentikan peperangan. Sejak tahun 1829 perlawanan semakin berkurang, tapi masih berlanjut terus. Belanda mengumumkan akan memberi hadiah sebesar 50.000 golden kepada siapa saja yang dapat menangkap Diponegoro.

Pasukan dan kekuatan Diponegoro melemah, tapi ia tidak pantang menyerah. Karena Belanda tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro, lalu Belanda menjalankan cara yang licik yaitu dengan cara mengundang Pangeran Diponegoro untuk berunding di Magelang tanggal 28 Maret 1830, tapi Diponegoro malah ditangkap dan dibuang ke Menado, kemudian dipindahkan ke Ujungpandang.

Pangeran Diponegoro meninggal duni di benteng Rotterdam Ujungpandang, pada tanggal 8 Januari 1855 dan dimakamkan disana.

Quote beliau :

“Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati”

tijitibeh "mati siji mati kabeh"

Dengan penambahan : http://www.jagoan.or.id/

menurut anggapannya ini baik, mungkin...


Dalam suatu kesempatan, saya disadarkan dengan agak sedikit menyentakkan hati oleh seorang sahabat dekat yang sangat saya hormati.

Sehingga saya tersadarkan bahwa selama ini saya hanya berusaha menjadi sahabatnya, namun sedikit yang saya lakukan untuk juga menjadi sahabat dari sahabat-sahabatnya. Bahwa selama ini secara tidak sadar, jika tidak ingin disebut tidak begitu peduli, saya hanya merasa cukup jika sudah menjadi sahabatnya - tanpa mempedulikan apakah saya masih perlu menjadi sahabat dari sahabat-sahabatnya.

Egois, ya kata itu yang terlintas dibenak saya sejak semalaman.

Saya terlalu egois untuk tidak memikirkan bagaimana caranya agar saya tidak hanya menjadi sahabat baginya, namun juga menjadi sahabat bagi teman-temannya, saudaranya dan keluarganya.

Padahal, Sahabat kita akan berkurang jika kita tidak menambah sahabat-sahabat baru.

Cobalah kita ingat berapa banyak sahabat kita sewaktu kita kecil, sewaktu kita sekolah, yang masih kita ingat ? Saya hanya ingat bahwa jumlahnya banyak, tanpa mampu mengingat dengan benar sebagian besar nama-nama sahabat saya dulu. Apalagi menghitung berapa banyak dari mereka itu yang tetap menjadi sahabat saya sekarang ? hasilnya hanya segelintir saja sahabat waktu sekolah dulu yang masih berhubungan dengan saya, itupun kami sudah lebih dari 2 tahun tidak bertemu muka langsung.

Tidak jarang kita-pun merasa enggan untuk bersahabat dengan teman-teman dari pasangan kita ? Karena merasa mereka adalah teman-teman masa lalu pasangan kita, yang tidak perlu kita dekati dan sahabati.

Jadi akankah saya nanti tidak memiliki sahabat lagi ?

Jawabannya tidak... karena akan awali hari ini dengan mulai kembali mencari sahabat sebanyak-banyaknya, mensahabatkan diri ke sahabat dari sahabat saya, saya akan hubungi teman-teman lama saya, saya akan lakukan apapun untuk menambah sahabat disekeliling saya.

Para Sahabat,

Izinkan saya mengutip kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Pak Mario Teguh, bahwa :

Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan
Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita,
kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita
Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda,
dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati

Setiap orang mungkin bisa mendengar yang Anda katakan,
tetapi sedikit sekali yang betu-betul mendengarkan,
dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan.
Dan dengannya dia memberikan - bahkan yang tidak Anda minta.

(MTST - Becoming Your Best Friend)

Sunday, May 31, 2009

Mengubah ketakutan menjadi optimisme

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Lah kalau mati? Mati itu belum tentu menunggu tua. Yang jelas kematian itu spektakuler, sama seperti kematian di alam rahim, atau sama dengan kelahiran kita di alam dunia. Setiap manusia pasti mengawalinya dengan menangis.

Setelah kematian datang, bukan berarti sehari-hari kita berada di atas kuburan, bermain di pohon kamboja ata duduk-duduk di atas nisan. Seperti apa keadaan dan dunia kita bergantung pada amal kita. Wallahualam, semoga Allah ampuni dosa-dosa saya.

Amat menakutkan ketika diputar video kehidupan saya, ketika saya beruat ini dan itu, ketika orang-orang yang saya aniaya menuntut balik saya, menendang saya, menampar saya, tidak mau lagi jadi sahabat saya. Semoga ada cara, kesempatan dan kemampuan untuk memperbaiki itu.

Harus punya ilmu ikhlas, agar tidak sakit ketika ruh ini diminta meninggalkan jasad. Seperti seorang yang diajak pindah dari rumah butut ke istana, pasti tak perlu di paksa, dengan rela dia akan mau meninggalkan rumah itu. Tapi kalau kita pandang dunia seperti istana dan alam sesudahnya sebagai penjara, maka kita akan bergelantungan di istana tak mau diajak keluar, tak mau tetap tak mau, hingga malaikat mautpun mengajak dengan paksaan. Mungkin ini yang membuat kematian begitu menyakitkan tak terperi.

Ya Allah ringankan sakaratulmautku, berikan maghfirah sesudahnya. Begitu juga untuk keluargaku, amin...

Saturday, May 30, 2009

jalan terdekat antara dua titik adalah garis lurus... .

Ibaratnya ada dua titik, titik pertama adalah kondisi kita hari ini. Titik kedua adalah kondisi yang kita impikan. Mencapai impian, secara saintis sederhana saja formulanya :

1. Formula Garis Lurus
Ya seperti di judul, antara dua titik, jarak terdekatnya ya garis lurus.
2. Formula Visi Jelas
Menunjuk sasaran dengan mata terbuka lebih mudah daripada dengan mata tertutup
3. Formula Perhatian Terfokus
Apa hebatnya menyediakan 15 sasaran untuk kita tembak kalau ditargetkan kena cuma satu. Fokus, seperti bermain windows, nggak ada dua aplikasi atau lebih yang bisa dijalankan bersamaan, selain word dengan winamp.
4. Formula Energi Terfokus
Ibarat menggali sumur, percaya saja pada kedalaman x akan keluar mata air. Jadi jangan berhenti sebelum ketemu tuh mata air
5. Formula Aksi-Reaksi yang Tak Terhindarkan
Tindakan kita hari ini akan berbuah baik atau jelek di masa depan. Sesuai.

klik www.freewebcockpit.com

Tuesday, May 26, 2009

5 cm

Membayangkan nanti gimana ya kalau sudah pada punya anak... Kalau anak saya, cwo' Azkha, Cwe' Annisa, berikutnya dipikir nanti lah, kalau bisa depannya A semua (biar kalau diabsen cepet)

Dari 5 cm, jadi paham, kalau memang kita butuh lebih dari sekedar petualangan, untuk menjadi seorang pria sejati.

"yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya"

Saturday, April 11, 2009

Raja Goblok Indonesia


Bagi saya buku ini istimewa, ada banyak hal menarik saya temukan, diantaranya dua. Pertama : Wisdomnya Om Bob atau dalam bahasa banyak orang disebut Zero menurutnya adalah ketika dia tidak peduli lagi dengan reaksi orang atas sikap2nya dan ucapan2nya, makanya passwors wisdomnya adalah ....emang gue pikirin...

dan yang kedua adalah soal resep suksesnya di bidang Agro, ketika dia menangkap pangsa yang sangat besar soal sayur, dia bukannya sibuk membuka lahan, tetapi yang dia lakukan adalah menyiapkan tempat penampungan sebesar2nya sebelum disalurkan (diekspor), dan yang diberdayakan adalah petani, jadi petani terberdayakan dan dia termakmurkan, keren lah... pengen niru

Sunday, January 4, 2009

Napoleon Hill Sang Legendaris


Bahwa kata penulis buku ini, orang yang sudah mempertaruhkan segalanya untuk satu impian yang dia capai, maka tidak ada kata lain kecuali orang tersebut akan mendapatkan apa yang ia impikan. Jadi, kenapa mesti tidak yakin?

Hati-hati dengan The Secret


Saya tidak mengatakan salah, hanya ketika kita berhenti pada satu literatur, itu akan berbahaya. Begitu yang saya anggap 'hati-hati' dengan the secret, karena itulah tidak berapa lama setelah saya membaca dan menonton filmnya, saya langsung membeli buku Quantum Ikhlas. Memang, kekuatan pikiran itu benar adanya, kehati-hatian kita adalah pada kemungkinan lahirnya persepsi keliru kita bahwa otak adalah ujung pangkal takdir manusia.

Inilah yang mesti kita cermati, setidaknya otak dengan kedahsyatan fungsinya, supercepat kerjanya dengan hantaran-hantaran sinyal-elektrik berkecepatan tinggi, segumpal benda yang terdiri dari milyaran sel memiliki 3 fungsi mendasar. Pertama otak sebagai reseptor, otak memiliki fungsi menyerap informasi dari luar yang dihantarkan oleh indera kita, mata kita hanya terdiri dari susunan otot dan syaraf yang tak mengerti apa-apa, begitu juga kulit, hidung, lidah dan telinga kita. Adapun kita bisa merasakan pemandangan itu indah, benda itu lembut, bau itu wangi, rasa itu lezat dan suara itu syahdu adalah karena informasi yang diterima otot-otot indera kita dihantarkan oleh syaraf ke otak kita.

Kedua otak sebagai perseptor, senada dengan kalimat 'segala sesuatu di dunia ini netral, yang membuatnya positif atau negatif adalah diri kita'. Otak tak lebih dari sekedar mesin pemersepsi, pemberi persepsi. Pemahaman yang keliru bila ini tidak dikaitkan dengan fungsi otak ketiga yang akan dijelaskan di bawah ini. Demikianlah, otak kita berinteraksi dengan dunia maya di luar sana yang sebenarnya tidak lain adalah dunia ketiadaan. Kumpulan quanta-quanta yang bersinergi dan menyerupa dalam bentuk tertentu yang bisa dilihat, dirasa dan ditangkap otak. Lalu otakpun memberikan persepsi tertentu tehadap apa yang dia terima.

Ketiga, otak sebagai stimulator. Pesan-pesan elektris dalam otak tidak diselesaikan sendiri oleh benda kecil di dalam tempurung kepala itu, dalam analisis ilmiah ada bagian-bagian tersendiri dalam otak, korteks, neo korteks, temporal lobe dan banyak lagi lainnya. Dan ada satu bagian otak yang mengubungkan dengan satu mekanisme pada diri kita yang lebih tinggi, yang tidak lain itu adalah jiwa. Banyak pendapat mengenai ini, sampai sejauh ini saya sependapat bahwa komponen yang terhubung dari otak itu bernama 'jantung', yang dalam bahasa immateriil disebut 'hati'.

Inilah komponen tertinggi dalam komposisi diri kita, dialah yang menyeru perintah pada otak untuk memberikan persepsi tertentu atas apa yang ia terima. Dari komponen inilah lahir tanggapan positif atau negatif terhadap benda-benda luar yang sebenarnya netral. Adanya komponen inilah, penemuan akan God Spot pantas untuk disempurnakan, God Spot pada otak yang disebut sebagai titik Tuhan bukanlah titik yang menghubungkan diri kita dengan Tuhan alam semesta, titik itu hanya stimulator yang membuat keterhubungan otak dengan hati manusia, dan bisa jadi hatilah yang bisa menjalin hubungan dengan Tuhannya manusia.

Karena itu, jangan mempertuhankan otak.

Sunday, December 28, 2008

John C Mather dan George F Smoot


Hadiah Nobel Fisika 2006 ini jatuh kepada dua astrofisikawan eksperimen berkebangsaan Amerika, John C Mather dan George F Smoot, untuk jasa mereka dalam mengukur secara akurat radiasi latar belakang kosmik (cosmic microwave background atau CMB).

John C Mather adalah peneliti senior pada Divisi Sains Astrofisika NASA, berusia 60 tahun, sedangkan George F Smoot adalah profesor fisika di Universitas California Berkeley. Penemuan spektakuler mereka dipublikasikan pada jurnal Astrophysics tahun 1990 dan 1992.

Penemuan yang dilakukan melalui satelit COBE ini semakin mengukuhkan teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam semesta berawal dari suatu ledakan.

Cukup mencengangkan jika kita tahu bahwa CMB ditemukan secara tidak sengaja oleh dua fisikawan instrumen. Adalah Arno Penzias dan Robert Wilson yang berjasa menemukan CMB pertama kali pada tahun 1964 dalam bentuk derau (noise) radio yang pada saat itu sangat membingungkan mereka.

Kedua ilmuwan tersebut bekerja di laboratorium Bell di New Jersey dengan sebuah teleskop radio ultrasensitif (saat itu) yang dirancang untuk menerima sinyal dari satelit. Teleskop tadi menangkap derau yang berasal jauh dari luar angkasa dan, yang paling membingungkan kedua ilmuwan, sinyal tersebut tidak bergantung pada arah fokus teleskop serta tidak bergantung pada waktu pengamatan.

Pengukuran yang mereka lakukan mengantar pada kesimpulan bahwa derau tersebut adalah radiasi gelombang mikro dengan panjang gelombang 7 sentimeter yang merupakan fosil ledakan Big Bang. Untuk penemuan yang sangat menghebohkan ini, Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1978.

Dari sifat isotropiknya wajar jika diyakini bahwa radiasi CMB berasal dari tempat yang sangat jauh di jagat raya. Namun, bagaimana para ilmuwan dapat yakin bahwa radiasi ini merupakan fosil dari ledakan mahadahsyat di masa lampau saat alam semesta tercipta?

Lebih dari 20 tahun sebelum penemuan CMB, George Gamow, seorang profesor fisika pada George Washington University di Washington DC, bersama dengan mahasiswanya mengusulkan teori penciptaan alam semesta melalui ledakan sangat dahsyat yang mereka sebut teori Big Bang.

Dua mahasiswanya, Ralph Alpher dan Robert Herman, pada tahun 1949 memperkirakan bahwa temperatur rata-rata alam semesta saat ini sebagai konsekuensi dari ledakan besar di masa lalu serta berkembangnya alam semesta pada kisaran 5 derajat Kelvin (minus 268 derajat Celsius).

Sayangnya, mereka tidak sempat mengusulkan eksperimen dengan menggunakan teleskop radio.

Menariknya, hubungan antara derau statik gelombang mikro dan temperatur alam semesta merupakan kisah sukses fisika selain mekanika kuantum dan relativistik.

Di dalam termodinamika, salah satu cabang fisika yang banyak membahas hubungan antara temperatur dan sifat suatu zat, dikenal hukum Wien yang menyatakan bahwa untuk distribusi radiasi benda hitam perkalian antara panjang gelombang radiasi berintensitas maksimum dan temperaturnya ekuivalen dengan bilangan 0,3.

Pengukuran yang dilakukan oleh Penzias dan Wilson tidak persis tepat pada puncak distribusi. Namun, karena kegigihan dan keyakinan para ilmuwan, pengukuran-pengukuran yang dilakukan selama lebih dari dua dekade, hingga tahun 1991 dengan menggunakan satelit COBE, berhasil mengonfirmasi distribusi radiasi benda hitam dari CMB dengan akurasi yang sangat mengesankan (lihat gambar 1). Dari distribusi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa temperatur alam semesta saat ini, lebih dari 10 miliar tahun setelah Big Bang, adalah 2,726 Kelvin.


Superakurat

Satelit COBE yang menghasilkan pengukuran superakurat, seperti terlihat pada gambar 1, sebenarnya dirancang juga untuk eksperimen lain, yaitu pengukuran variasi temperatur CMB pada arah-arah berbeda.

Secara teoretis, variasi yang sangat kecil pun dapat memberi petunjuk bagaimana galaksi dan bintang-bintang mulai terbentuk. Pertanyaan dasarnya adalah mengapa hanya di tempat-tempat tertentu di jagat raya materi menggumpal dan, dengan bantuan gravitasi, melahirkan galaksi.

Penjelasan teoretis proses ini menyangkut masalah fluktuasi mekanika kuantum yang terjadi sesaat setelah jagat raya mulai berkembang. Saat satelit COBE dirancang, diperkirakan variasi temperatur yang diperlukan untuk menjelaskan hal ini berkisar seperseribu derajat Celsius.

Akan tetapi, beberapa saat kemudian para ilmuwan menemukan "materi gelap" (dark matter) yang juga dapat memengaruhi variasi temperatur pada orde seperseratus ribu derajat.

Secara teoretis, materi gelap ini merupakan agen penting pada proses akumulasi materi, dengan kata lain untuk menjawab pertanyaan dasar tadi instrumen pada COBE harus dirancang ulang lebih presisi.

Meski hasil yang lebih akurat diberikan oleh pengukuran berikutnya yang dinamakan Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), penelitian yang dipimpin oleh George F Smoot berhasil membuktikan adanya variasi temperatur bahkan pada orde puluhan mikro Kelvin (lihat gambar 2).

Selain berhasil mengukuhkan teori Big Bang, kedua hasil pengukuran pemenang Nobel Fisika tahun ini memperlihatkan bahwa kosmologi bukan lagi merupakan spekulasi filosopis seperti sebelumnya.

Untuk pertama kalinya perhitungan-perhitungan kosmologi dapat dibandingkan dengan data eksperimen yang sangat akurat. Kosmologi modern disebut-sebut sebagai "precision science".

Hasil yang diperoleh COBE dan WMAP juga mengantarkan kita ke informasi tentang bentuk dasar jagat raya yang disebut Euclidian, atau, dalam bahasa awam, intuisi kita yang menyatakan bahwa dua garis lurus paralel tidak akan saling memotong tampaknya juga berlaku untuk skala jagat raya.

Terry Mart
Fisikawan UI; Saat Ini Menjadi Peneliti Tamu di Institut fuer Kernphysik, Universitaet Mainz, Jerman

Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/12/iptek/3021422.htm

Orville Wright & Wilbur Wright



Lantaran hasil karya kedua bersaudara ini saling berkaitan satu sama lain, mereka tercantum berbarengan dalam daftar urutan buku ini dan ihwal keduanya pun akan dipaparkan dalam satu nafas. Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville Wright --adiknya-- lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah.

Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik. Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun 1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit, hasil usahanya berhasil dengan gemilang.

Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar terbang dengan menggunakan pesawat peluncur. Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur. Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun 1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka. Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa dengan berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin pesawat udara bermesin.

Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di udara. Karena itu, sebagian besar waktu dan perhatian mereka tumpahkan pada soal bagaimana mencapai kestabilan pesawat ketika sudah terbang. Mereka berhasil menciptakan tiga jenis alat pokok untuk mengawasi pesawat, dan inilah yang membuat mereka berhasil dalam peragaan.

Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah, kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu. Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat terbang.

Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang. Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright (dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66% berhasil.

Pesawat Ganda Wright bersaudara yang asli

Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright, berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.

Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa terlaksana.

Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan 105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 --misalnya-- koran The Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars? (Penerbangan atau pengibulan?).

Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan Udara.

Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua bersaudara itu pernah kawin.

Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal penemuan pesawat terbang. Dalam hal penentuan urutan dalam daftar buku ini, yang jadi pegangan utama adalah terciptanya pesawat terbang punya arti kurang penting ketimbang penemuan mesin cetak ataupun tenaga uap yang keduanya telah membikin perombakan revolusioner peri kehidupan manusia. Namun, tak bisa dibantah penemuan pesawat terbang merupakan fenomena sejarah yang penting, baik dalam hal penggunaan untuk tujuan-tujuan damai maupun perang. Hanya dalam tempo puluhan tahun sesudah itu, pesawat terbang telah membikin dunia kita ini begitu ciut bahkan ruang angkasa pun rasanya bisa disentuh jari. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi penerbangan di angkasa luar.

Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan, betul-betul terbang dengan pesawat dan bukannya bersila di atas permadani dongeng sambil mengisap "hoga" yang tiga hasta panjangnya.

Jerry Yang dan David Filo


Mereka berdua telah merevolusi dunia web dengan situs yang dibuatnya. Ya, dua orang ini adalah founder Yahoo! Inc dari . Salah satu perusahaan publik terbesar di USA dan penyedia layanan internet. Yahoo.com bermain di area web portal,web search engine,mail dan news.menurut survey dari www.compete.com .situs yahoo ini telah menarik pengunjung 1,5 triliun selama tahun 2007 kemarin,atau 3,4 milyar pengunjung seharinya.

Frekuensi dibukanya page yahoo.com ini jauh melebihi populasi dari manusia di bumi. Jerry Yang dan David Filo adalah mahasiswa lulusan Electrical engineering dari Stanford University. Mereka membangun situs ini pada tahun 1994 dan menggunakan nama yahoo karena terinspirasi dari buku karangan Jonathan Swift yang berjudul Gulliver’s Travel. Beberapa waktu kemudian ada perusahaan saus barbeque yang bernama EBSCO industries yang mengklaim bahwa nama yahoo telah terlebih dahulu dipatenkan sebagai merk dagang mereka.Sehingga,untuk membedakannya, Yang dan Filo menambahkan tanda seru (!) dibelakang yahoo. Jadi itulah mengapa kita menemukan tanda seru tersebut di setiap kata yahoo dalam website mereka.

Bill Gates & Paul Allen


William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan sebutan Bill Gates, lahir di Seatle , Washington pada tanggal 28 Oktober 1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi "hiking", bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang "berpikir".
Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama " LAKESIDE ". Pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar nantinya menjadi programmer pertama MICROSOFT) sudah menghabiskan semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.
Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside . Dimulai dengan meng"hack" komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar-benar dapat "memasuki" komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.
Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.
Musim gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.
Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul "World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models". Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era "komputer rumah" akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer - komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.
Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.


Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard Demi Mengejar Impian
Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston .. Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.
Pada suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.
Kami sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel itu, tak diragukan lagi dimana kami akan memfokuskan hidup kami.
Kedua sahabat itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga.
Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia saat ini.