Friday, April 12, 2013

Sunday, February 10, 2013

Pak Sarman Si Penilang


Tanggal 22 kemarin, saya ke Bandung bawa pickup, ngangkut dagangan untuk diantar ke pembeli. di daerah cicalengka, ada razia polisi dari polda Jabar. Pak Sarman mencegat mobil saya, walau tidak ada masalah apa-apa dengan mobil, kami disuruh turun. ditanya muatannya lebih berapa? Loh, ini polisi gimana si, muatan kan tugasnya jembatan timbang!! dan kita sudah 3X lewat jembatan timbang dan nggak ada masalah.

Muatan aman, tinggal surat2 driver. ternyata juga lengkap. aman lagi. lalu Pak Sarman itu bilang "mau bayar berapa mas. ini kalau saya mau cari-cari kesalahan Anda gampang saja". dan betul, kita dicari-cari kesalahannya, sampai ketemu. apa kesalahan itu, di pickup yang saya rental itu di platnomor ada goresan huruf "RN" kecil. saya ditilang dengan pasal plat mobil tidak sesuai standar.

keterlaluan polisi yang satu ini. enek luar biasa saya, kasih saja recehan, 10ribu saya keluarkan dari dompet untuk menunjukkan begitu nistanya polisi yang minta duit di jalan. eh pak sarman gengsi, tidak mau menerima. yah begitulah saya, kalau ditilang selalu saya keluarkan uang-uang paling receh. pernah saya ditilang 50ribu, duitnya ribuan dan dua ribuan. HINA tidak tuh polisi.

ya sudah, dikira saya takut apa. akhirnya enggak jadi bayar saya, SIM ditinggal dan diambil di pengadilan Bandung nanti 1 Februari. yah inilah, model penganiayaan polisi jalanan kepada saya, saya teraniaya saat itu, dan saya berdoa semoga pak sarman mendapat satu kesusahan yang payah payah sepayah-payahnya di hari itu dan saya sumpahi tidak akan beres itu kesusahan sampai dia datang salaman langsung minta maaf kepada saya.

bagi saya tindakan keparat seperti itu sudah sangat keterlaluan. saya yang pahal cari uang susah-susah nggotog2 100 kantong gula pakai tangan saya sendiri, eh dipalak dijalan oleh bencoleng berseragam yang mencari-cari kesalahan seperti itu. laknat betul untuk orang macam itu saya jamin hidupnya mungkin banyak uang, tapi dijamin susah, mesakke.

saya cuma berdoa, mudah2an kesusahaan dan penderitaan enggak nurun ke anak-anaknya yang dimakani uang hasil palakan berkedok razia undang-undang itu. mudah2an anak2nya tidak bandel, mudah2an anak2nya disekolah tidak bebal, mudah2an anakanya ketika remaja tidak dihamili atau menghamili orang. mudah2an anak2nya jadi orang.

kalau ada diantara pembaca adalah anaknya, istrinya, pakdenya, budenya, tetangganya, teman kerjanya, teman sekolahnya pak sarman polda jabar dan mendapati beliau sedang kesusahan sejak tanggal 22 januari sampai sekarang belum beres juga, entah kesusahan seperti apa bentuknya saya tidak tahu, silahkan sarankan untuk menemui saya, tidak akan saya suruh cium kaki saya, cukup minta maaf saja. siapa tahu kesusahan itu jadi beres.

dan kalau anda polisi, jangan tiru-tiru pak sarman. tirulah polisi yang setiap senin pagi setia menyeberangkan saya di depan SMP 8 saat saya mengantarkan adik saya ke sekolah pagi-pagi. polisi yang insyaallah barokah rejekinya, ayem tentrem keluarganya, anak-anaknya pada dadi orang nanti.