Monday, December 15, 2008

Netral


Beruntung saya punya kesempatan mengundang beberapa kali penulis tiga buku NLP, Neurolinguistic Program atau Bahasa Pemrograman Otak. Beda dengan C++ atau Turbo Pascal, sejak bertemu dengan Pa Waidi, saya betul2 tertarik untuk menggali lebih dalam apa itu NLP, memahami, lantas menyadari dan mempraktekannya.
Satu kata yang selalu diulang-ulang beliau, termasuk terakhir kali sebelum saya tulis ini saya sowan ke rumah beliau hari minggu sepulang dari GOR kemarin,
"Segala sesuatu di alam semesta ini netral, yang membuatnya menjadi positif atau negatif adalah diri kita sendiri."
Otak adalah mesin persepsi, positif dan negatif lahir dari situ. Mungkin orang zuhud adalah orang yang sudah memahami teori ini, hingga kehidupannya tak terpengaruh oleh apapun di sekelilingnya, karena paham, semuanya sebenarnya netral.
Belum tuntas kuliah saya ke Pa Waidi dan kajian pustaka saya soal NLP, saya ingin bisa bahasa pemrograman otak yang benar, agar positif selalu.

No comments:

Post a Comment